Peringati Hari Santri 2026, Universitas Yudharta Pasuruan Gelar Seminar dan Pameran Turats Ulama Nusantara

Daftar Isi

Pasuruan, 28 Oktober 2026 – Memeringati Hari Santri Nasional 2026, Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menggelar Seminar dan Pameran Turats Ulama Nusantara pada Rabu (28/10/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Hall Meet Gedung Bhinneka Tunggal Ika Lantai 1 UYP ini dihadiri oleh mahasiswa semester 5 Fakultas Agama Islam.

Seremoni pembukaan dipandu oleh M. Mukhid Mashuri, S.Th.I., M.Th.I. selaku pembawa acara. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo, S.E., M.E., yang memberikan sambutan serta arahan terkait pentingnya menjaga warisan keilmuan pesantren. Rangkaian pembuka ini ditutup khidmat dengan doa yang dipimpin oleh H. Ali Muhtarom, S.Pd.I., M.Pd.I.

Agenda dilanjutkan dengan sesi seminar yang menghadirkan dua narasumber dari Nahdlatut Turats. Pemateri pertama, Ifdholul Maghfur, ME.I., menyampaikan paparan bertema “Strategi Pelestarian dan Pengembangan Turots Ulama Nusantara”. Ia menguraikan konsep turats sebagai warisan intelektual dan manuskrip klasik ulama terdahulu yang kaya akan nilai keislaman serta tradisi lokal. Di samping memetakan jalur transmisi historis keilmuan Nusantara, ia menggarisbawahi tantangan preservasi data yang mendesak. Sebagai solusi, disodorkan peta jalan strategis meliputi program digitalisasi, peningkatan kapasitas filologi, serta kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan lembaga pesantren agar turats tetap relevan di era kontemporer.

Narasumber kedua, Dr. H. Ahmad Karomi, M.Th.I., menekankan urgensi khazanah turats beserta strategi pelestariannya di lapangan. Ia memaparkan ancaman nyata berupa kerusakan fisik, pelapukan kertas, serta minimnya sumber daya manusia ahli di lingkungan pesantren. Guna mengatasi masalah tersebut, dirumuskan tahapan konservasi terstruktur yang mencakup identifikasi, pembersihan naskah, pengambilan citra digital resolusi tinggi, hingga penyimpanan media bebas asam. Dr. Ahmad Karomi juga mendorong sinergi multi-pihak bersama perpustakaan nasional dan komunitas lokal agar nilai-nilai autentik naskah kuno dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan masa kini.

Usai sesi paparan dan dialog interaktif dengan pemateri, para peserta diarahkan menuju ruang pameran khusus di samping hall utama. Di lokasi tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat dan mengamati secara langsung display koleksi kitab-kitab turats otentik karya para ulama Nusantara sebagai bagian akhir dari seluruh rangkaian kegiatan.

Posting Komentar