Tim Turots Yudharta Magang di Perpustakaan Nasional RI
PASURUAN — Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi
dan kapasitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan serta pelestarian
sejarah, Universitas Yudharta Pasuruan resmi mengutus delegasinya untuk
mengikuti program magang dan pelatihan khusus di Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta.
Langkah strategis ini diambil guna membekali para dosen, pustakawan, dan mahasiswa dalam program Pelestarian Informasi melalui Alih Media dan Digitalisasi Naskah Kuno yang diselenggarakan oleh Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan Perpusnas RI.
Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Assoc. Prof. Dr. Kholid Murtadlo, SE., ME., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian besar kampus dalam menjaga kelestarian aset literasi serta manuskrip keagamaan. Pihak universitas berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti hasil pelatihan ini demi mengoptimalkan pengelolaan, preservasi, dan pemanfaatan bahan perpustakaan. Diharapkan, koleksi naskah kuno di lingkungan Universitas Yudharta Pasuruan nantinya dapat diakses oleh publik secara lebih luas dan aman.
Untuk menyerap ilmu tersebut, Universitas Yudharta Pasuruan mengirimkan delapan orang delegasi terbaiknya dari Tim Turots yang merepresentasikan berbagai unsur civitas akademika. Tim ini diperkuat oleh pustakawan profesional, Ja'far Syodik, A.Md, S.I.Pust., serta melibatkan unsur mahasiswa yaitu Muhammad Aufa Khilmi dan Muhammad Syamsuddin Arrofiqi. Selain itu, program ini juga diikuti oleh Adi Ivanto beserta tim. Rangkaian kegiatan magang ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai Sabtu, 12 September hingga 24 September 2026, bertempat langsung di Kantor Perpusnas RI, Jakarta.
Melalui kolaborasi intensif ini, Universitas Yudharta yang mengusung semboyan The Multicultural University berharap dapat melahirkan tenaga ahli preservasi digital di tingkat lokal. Pengutusan tim lintas divisi ini diharapkan mampu memodernisasi tata cara perawatan teks-teks klasik dan manuskrip berharga, sehingga kekayaan intelektual masa lalu tetap terawat sesuai standar nasional dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai rujukan ilmiah yang sahih.











Posting Komentar