Perkuat Kapasitas Tim, Pusat Religius Pluralistik UYP Lakukan Diklat Preservasi Naskah Klasik

Daftar Isi
Pasuruan, 18 Agustus 2026 – Dalam upaya merawat dan menyelamatkan warisan intelektual Islam Nusantara dari pelapukan zaman, Pusat Religius Pluralistik Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) memperoleh Diklat Singkat Preservasi Turats, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 13.00 WIB ini bertempat di Kantor Pusat Religius Pluralistik, Gedung Merah Putih Lantai 1 UYP, dengan menghadirkan pakar dan praktisi penyelamatan manuskrip kuno.

Diklat ini menghadirkan tokoh kunci dalam penggerak penyelamatan manuskrip Nusantara, Adi Ivanto (yang akrab disapa Mas Ivan), dari Devisi Preservasi, Konservasi dan Digitalisasi Nahdlatut Turats PBNU.

Turut hadir langsung memantau kegiatan ini Wakil Rektor IV UYP Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Luar Negeri, Dr. Ahmad Ma’ruf, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Pusat Religius Pluralistik UYP, H. Ali Muhtarom, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Kepala Divisi Turats UYP, M. Mukhid Mashuri, S.Th.I., M.Th.I.

Fokus Preservasi Fisik dan Konservasi Material

Dalam sesi materi dan praktik, peserta yang terdiri dari Tim Preservasi dan Digitalisasi Turats UYP dibekali pemahaman mendalam mengenai teknik Preservasi Fisik dan Konservasi Material. Fokus utama pelatihan ini adalah tata cara penanganan dan perawatan fisik naskah kuno (makhthuthat) agar terhindar dari pelapukan alami, kerusakan akibat kelembapan, serangan jamur, hingga serangga pemakan kertas.

Mas Ifan memandu langsung praktik pembersihan naskah secara manual tanpa merusak restorasi kertas klasik yang rapuh, hingga standardisasi wadah penyimpanan (custom box) bertemperatur terkontrol.

"Manuskrip kuno adalah benda fisik yang sangat rentan. Kerusakan akibat jamur dan kelembapan bisa memusnahkan isi pengetahuan di dalamnya secara permanen. Oleh karena itu, teknik pembersihan, restorasi kertas, hingga kontrol ruang simpan harus dilakukan sesuai standar konservasi," terang Mas Ivan.

Standardisasi Digitalisasi Naskah Klasik

Tidak hanya berfokus pada bentuk fisik, diklat ini dilanjutkan dengan pelatihan Preservasi Digital. Tim UYP dibekali standar ideal dalam melakukan pemindaian (scanning) manuskrip kuno agar hasil digitalisasi memiliki resolusi tinggi, warna yang presisi, dan aman bagi kondisi fisik naskah yang sudah rentan.

Pimpinan UYP menyambut positif terselenggaranya diklat intensif ini. Wakil Rektor IV UYP, Dr. Ahmad Ma’ruf, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas SDM pengelola turats adalah langkah krusial bagi kemajuan laboratorium manuskrip di UYP.

"Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari Mas Ifan dan tim Turats Center PWNU Jatim. Pelatihan ini meningkatkan standar kerja tim preservasi UYP, sehingga ke depan riset-riset berbasis manuskrip kuno di UYP memiliki fondasi arsip digital dan fisik yang sangat kuat," ungkap Dr. Ahmad Ma’ruf.

Melalui diklat singkat ini, Pusat Religius Pluralistik UYP berkomitmen untuk terus menjadi pilar utama dalam pemeliharaan, alih media, serta pemanfaatan khazanah turats Nusantara bagi kemaslahatan akademis dan masyarakat luas.

Posting Komentar